RAPUH

Awan hitam kini menyelimuti duniaku….
Hujan deras kini turun basahi duniaku
Bagaimana mungkin kubisa menahan ini semua?
Diri ini hanya ranting rapuh yang lemah…
Siapa??
Siapa yang bisa menjadi penopangku?
Adakah batang kokoh yang siap menjadi sandaranku?
Adakah tanah yang lembut yang siap menapungku di saat ku jatuh nanti?

Seiring dengan waktu yang terus berlalu
Kini ku makin rapuh dan semakin rapuh…
Rapuh…
Hingga kaki ini tak dapat menopang raga yang lemah ini

7th Sept’09
In the room

Diterbitkan di: on September 23, 2009 at 4:28 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

ENGKAU

Ketika diri ini melangkah dalam kesendirian

Ketika kurasa ku tak mampu meneruskan langkah

Engkau yang senantiasa berada di sisiku

Tersenyum kepadaku

Menjadi batu sandaran hidupku

 

SenyumanMu…

Serasa hidup ini begitu indah bagiku

 

KasihMu melingkupi seluruh hidupku

Hingga masuk ke seluruh tulangku

Dan senantiasa mengalir bersama darah

 

Oh… Tuhan

Tuntunlah langkah hambaMu ini

Hingga diri ini

Kembali ke rumah sejati….

 

2 Feb’07

Diterbitkan di: on September 23, 2009 at 3:02 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

CINTA

Cinta..

Suatu kata yang sulit untuk dimengerti

Mengandung sejuta arti

 

Kata orang

Cinta itu indah

Benarkah??

 

Cinta …

Kini kutak mengerti

Apakah engkau yang sedang bertamu

Di hatku dan hatinya?

Ataukah saudaramu… Suka…

Yang sedang bertamu??

Diterbitkan di: on September 23, 2009 at 3:01 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Bingung

Bingung…

Suatu kata yang sering kudengar akhir – akhir ini

Mengapa?

Ada apa?

Apa yang sedang terjadi?

Apa yang harus kulakukan?

Akankah ini membahagiakannya?

Dapatkaj ku melakukan ini semua?

 

Kuterus …

Terus bertanya pada diriku

Namun tak satupun memberiku jawaban

Bahkan nadiku pun memalingkan mukanya dariku

 

Kini…

Apalagi yang bisa kulakukan?

Sejujurnya..

Ku tak kuat..

Ku tak mampu…

Kuetih dengan suasana ini

Kapan akhir dari peristiwa ini

Capek..

Letih..

Someone…

Topanglah diriku ini

Dapatkah kau membelaiku dengan sayang

Dapatkah kau tersenyum kepadaku

Dapatkah kau rasa perasaan ini

Dapatkah kau dengar jerit hatiku ini

Angin…

Tiuplah perasaan ini

Agar kudapat bebas

Dari dirinya…

 

4 July’07

 

Diterbitkan di: on September 23, 2009 at 3:00 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

CINTA

Cinta…

Sungguh kata yang indah

Yang mewarnai hidup kita

Nan singkat ini

 

Namun kini kuterjebak

Terjebak dengan kata cinta

Yang kurajut sendiri

Dengan benang pilihanku sendiri

 

Kuingin lepas

Melompat keluar dari jebakan cinta ini

Sambil berkata

AKU BEBAS….

Namun tak dapat kulakukan

 

 

20 Sept’06

 

Diterbitkan di: on September 23, 2009 at 2:59 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

INGIN

Ingin rasanya kubagai burung

Bebas…

Leluasa….

Dan tanpa beban

Terbang kesana kemari sesuka hati

 

Ingin rasanya kubagai air

Dapat beradaptasi dengan sekitar

Diperlukan banyak orang

Dan selalu bersama teman

 

Ingin rasanya kubagai kertas

Tempat berbagi yang paling setia

Penjaga rahasia yang setia

Dan tak pernah mengeluh sedikit pun

 

Ingin rasanya kujadi benang

Penyatu segala benda

 

Akh…

Kuhanya berangan

Dan entah kapan bias terwujud

Hanya berharap

Kubisa menjadi terbaik

Semoga Tuhan memberkati…

 

1 Maret 07

Diterbitkan di: on September 23, 2009 at 2:56 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Kasih

Dulu kau bilang sayang

Dulu kau bilang cinta

Dulu kau bilang aku adalah orang yang terpenting

Namun itu dulu…

Waktu kau masih kumbang

Dan ku masih bunganya

 

Kini kau goreskan luka pisau di ati kecilku

Tanpa mengucapkan kata maaf

Walau ku tahu itu juga tak berarti

Inikah dulu yang kau bilang cinta abadi?

Inikah cinta sejatimu?

Yang kau bilang dapat merubah segala – segalanya?

Yang kini juga telah merubah hatimu terhadapku???

 

Raining, 18 Sept’09

Diterbitkan di: on September 23, 2009 at 2:55 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

No Title

 Sayup – sayup terdengar angin memanggil namaku

Lembut terasa kala itu

Dalam diri aku tertegun

Mungkinkah dia kembali mengisi hatiku

Akh…

Tidak…

Jangan sampai ini terjadi…

Kami tidak akan pernah bersatu…

Air , api , laut, gunung,

Terus menghadang

Memisahkan dia dari hidupku

 

18 Nov’08

 

Diterbitkan di: on September 23, 2009 at 2:48 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Luka Penyayat Hati

Telah lama kucoba untuk menahan luka pisau penyayat hati ini

Kucoba untuk tetap berdiri tegar

Jangan sampai kedua kaki ini rapuh….

Dan jatuh tak berdaya di atas hamparan pasir putih

 

Namun kini perjuanganku berakhir…

Telah kukorbankan semangatku hingga tetes darah penghabisan

Namun… tiada satupun yang masih menyadari

Luka penyayat hati ini

 

Kini kuhanya bisa duduk terdiam

Mendengar deburan ombak di tepi pantai

Mungkin…

Dan itu pasti…

Tidak akan ada seorangpun yang mengetahui

Akan luka penyayat hati ini….

 

Dalam keheningan malam
di saat rintik hujan,
2 Sept’09

Diterbitkan di: on September 23, 2009 at 2:47 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Rapuh

Awan hitam kini menyelimuti duniaku….

Hujan deras kini turun basahi duniaku

Bagaimana mungkin kubisa menahan ini semua?

Diri ini hanya ranting rapuh yang lemah…

Siapa??

Siapa yang bisa menjadi penopangku?

Adakah batang kokoh yang siap menjadi sandaranku?

Adakah tanah yang lembut yang siap menapungku di saat ku jatuh nanti?

 

Seiring dengan waktu yang terus berlalu

Kini ku makin rapuh dan semakin rapuh…

Rapuh…

 Hingga kaki  ini tak dapat menopang raga yang lemah ini

 

7th Sept’09

In the room

Diterbitkan di: on September 23, 2009 at 2:45 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.